Gereja Protestan Indonesia (GPI)
Klasis Jayapura - Nabire

GPI Papua Jayapura Nabire

Berita

Rapat Kerja Klasis dan Rapat Kerja Pelayanan GPI PAPUA Jayapura Nabire ke VIII

Badan Pekerja (BP) Klasis Jayapura-Nabire Gereja Protestan Indonesia (GPI) Papua melaksanakan Rapat Kerja Klasis (RAKERSIS) dan Rapat Kerja Pelayanan (RAKERPEL) yang akan dilaksanakan pada tanggal 10-12 November 2019.  Dengan Menyadari panggilan dan pelayanan di tengah-tengah masyarakat, bangsa, dan Negara Republik Indonesia juga untuk Kesejahteraan dan Kedamaian di Tanah Papua. Selaras dan seirama dengan penggilan tersebut, maka Klasis GPI Papua Jayapura Nabire secara tegas menempatkan dan memposisikan diri sebagai mitra terpercaya  Pemerintah Kota Jayapura dan Pemerintah Provinsi Papua. Untuk mewujudkan Kota Jayapura dan Tanah Papua yang mandiri, maju, sejahtera, dan damai. Dengan berpedoman pada Motto Pemerintah Kota Jayapura ‘’Hen Tecahi Yo Onomi Tmar Ni Hanased (Satu Hati Membangun Kota Demi Kemuliaan Tuhan” untuk bersatu hati dalam membangun Kota Jayapura Demi Kemulian Nama Tuhan Yesus.


Rapat Kerja Klasis dan Rapat Kerja Pelayanan Wadah Kategorial ini merupakan implementasi dari tanggungjawab gereja dalam bekerja dan melayani, dibawah sorotan tema "Rapi Tersusun dan diikat Menjadi Satu" dengan Subtema "Meningkatkan Kualitas Keluarga dalam Pelayanan, mempererat kerjasama dengan pemerintah dengan lemabaga keagamaan lainnya demi mewujudkan kasih Allah yang mengikat Satukan di Tanah Papua" Kegiatan ini berlangsung di GPI Jemaat Bukit Zaitun Dok VIII dilakukan dalam rangka mengevaluasi pelaksanaan pelayanan yang telah berlangsung selama 2019 serta menyusun program dan anggaran tahun pelayanan 2020.

Kegiatan ini dihadiri dan dibuka oleh Walikota Jayapura DR. Benhur Tomi Mano, MM didampingi oleh Wakil Ketua III Sinode GPI Papua, Pdt. Matheis Sahulata, S.Sos, Ketua Klasis GPI Papua Jayapura Nabire Pdt. J.R. Leleuly, SH. dan Ketua Pantia M. Panggabean, SH., juga ikut disaksikan oleh Pimpinan OPD Kota Jayapura,  Kepala Kantor Kementerian Agama Jayapura. Wakil Ketua Klasis GKI Jayapura, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Jayapura, Ketua Persekutuan Gereja-Gereja Se Kota Jayapura, dan Para Ketua Majelis Jemaat se Klasis GPI Papua Jayapura Nabire. Wali Kota Tomi Mano dalam sambutan menyatakan rapat kerja (Raker) itu bukan wadah untuk saling bermusuhan dan menunjukan kehebatan. “Harus tinggalkan ego-ego pribadi karena dalam wadah ini kita dituntun oleh Roh Kudus, yang memimpin agar semua berjalan dengan baik. Rapat kerja ini bukan wadah, untuk saling bermusuhan, menunjukan kehebatan, tinggalkan ego-ego probadi karena dalam wadah ini kita dituntun dan Roh kudus yang memimpin kita agar semua berajan dengan baik”

Menurut Tomi Mano, sebaliknya yang diharapkan adalah jaga persatuan dan kesatuan agar GPI tidak terpecah-belah, harus tetap bersatu bergandeng tangan untuk mewartakan berita-berita Kerajaan Allah untuk semua orang. “Semua peserta harus saling membuka diri, karena disini juga tempat mengevaluasi program-program yang telah dilakukan dan membicarakan program yang akan dilakukan untuk melayani warga Jemaat,” ungkapnya. Tomi Mano  berharap semua warga jemaat bisa terlayani dengan baik, iman dan kualitas tetap percaya kepada Tuhan Yesus. “Namun diingatkan untuk tidak saling sikut menyikut dan saling baku marah satu dengan yang lain tapi saling menghargai dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus,”pungkasnya. Sementara itu, Wakil ketua III BPS GPI Papua, Pdt. M. Saulata.S.Sos mengatakan “Pelayanan menjadi pemersatu guna mewujudkan tanggung jawab kehidupan bersama untuk melengkapi dan menguatkan satu dengan yang lain, serta tujuan Rakersis dan Rakerpel untuk mengevaluasi kinerja dan tanggung jawab bersama dalam menyusun strategi pelayanan”

Dijelaskan Saulata, beberapa program strategis pelayanan yang merupakan hasil sidang sinode ke-XXXIV tahun 2018 di Jayapura seperti sentralisasi pembayaran gaji pegawai, melalui sumber dana perpuluhan 100% dari warga jemaat telah dilaksanakan sejak bulan Januari tahun 2019, dimana melalui kerjasama dengan BRI semua Pegawai Organik Gereja sudah menerima haknya disetiap bulan di tanggal 1. Selain itu, Sistem informasi pelayanan GPI Papua yang merangkaikan dua aplikasi, baik data kepegawaian Papua dan database Jemaat berbasis website yang dibangun terintegrasi dari Jemaat klasis dan sinode.

Saulata menambahkan “Momen ini juga sebagai tempat kita duduk bersama mengevaluasi seluruh kerja-kerja pelayanan yang sudah ditetapkan, serta lakukan dalam periode tahun pelayanan yang sementara berjalan, katanya menambahkan. Ketua Panitia Marajohan Pangabean dalam laporan menyatakan, peserta pada kegiatan itu sebanyak 231 orang dengan rincian 92 untuk Rakersis dan 148 untuk Rakerpel.

12 November 2019 22:57:37, Administrator